langit di atasku semakin kecil setiap kali aku tengadah
membuat paksa leher penunjang kepala tunduk ke tanah
aku tahu tanah akan jadi tempatku tempatmu beristirah
meski aku tidak tahu apakah tanah yang tersisa sekarang
cukup untuk beribu rebah karena telah habis terjarah
aku menangis melihat langit tidak lagi ramah setiap aku tengadah
karena bumi di sini semakin putus nyali pada setiap asa berserah
nyanyian kami adalah requiem bagi setiap upaya yang tak bernyata
yang akan merata sirnakan tempat pijak ribuan tahun sebuah daratan
air mata akan menyuburkan tanah yang akan kami tinggalkan
bolehkan kami minta adam dan hawa baru
buat negeri ini ?