hujan ini disambar angin
berbunyi di atas atap tubuh
aku jadi ingat suara di usia mudamu
tentang ajaran alam pada zaman
kau kutip dari kalam kemilau
membuatku silau dan galau
aku pun cepat mendekap padamu
mau kusirna rintih angin menyisa
telunjukmu kulihat bercabang tiga
pandangmu nanar tak berbinar lagi
ternyata kau hanya mahir sihir lidah
berkhianat pula dengan sisa jari tangan
Rabu, 05 Januari 2011
Matinya Dia
kincir angin, bunyi lonceng, nyala lampu mercu suar
mengarah ke ambang neraka diikuti wajah pucat pasi
bawakan pesan setiap mereka yang hidup di jeruji besi
lalu dia menyingkap wajahnya di dalam kubur
bangunkan bulan yang melena di pinggir rawa
tidur di atas kuburan
mengarah ke ambang neraka diikuti wajah pucat pasi
bawakan pesan setiap mereka yang hidup di jeruji besi
lalu dia menyingkap wajahnya di dalam kubur
bangunkan bulan yang melena di pinggir rawa
tidur di atas kuburan
Matanya
waktu fajar menguap dan jejarinya meraba langit
rona merah bangunkan mata yang tertutup mimpi
masih menyala api di lampu tempel dinding kusam
merekam bayang yang hampir menghilang
tinggalkan kamar duka lara dan merunduk bisu
matanya nyala di goresan fajar
aduhai Tuhan, sepinya mati
rona merah bangunkan mata yang tertutup mimpi
masih menyala api di lampu tempel dinding kusam
merekam bayang yang hampir menghilang
tinggalkan kamar duka lara dan merunduk bisu
matanya nyala di goresan fajar
aduhai Tuhan, sepinya mati
Malam
paratita paratita...kaki tak lagi lincah seperti mula
jelata memutar bola bumi dengan nada dan irama
suara nyanyi terseret debu dikucurkan angin jahat
malam lebih panjang dari malam mereka pernah lahir
tiga malaikat tidur lelap di atas batu bumi
jelata mabuk tarian gunung turuni lembah
malam burung hantu malam rebah dan istirah
bola bumi telah habis diputar
diamlah dekat malaikat yang telah jadi batu
bangunkan dia, tidurnya berisi hidup
ia akan bicara
jelata memutar bola bumi dengan nada dan irama
suara nyanyi terseret debu dikucurkan angin jahat
malam lebih panjang dari malam mereka pernah lahir
tiga malaikat tidur lelap di atas batu bumi
jelata mabuk tarian gunung turuni lembah
malam burung hantu malam rebah dan istirah
bola bumi telah habis diputar
diamlah dekat malaikat yang telah jadi batu
bangunkan dia, tidurnya berisi hidup
ia akan bicara
Langganan:
Postingan (Atom)