Selasa, 28 Desember 2010

Atas Kematian Bapak

berjalan menilas jejak di kota, lewati sebuah rumah megah
tempat bertinggalnya keturunan yang angkuh dan tak bermalu
ada lumuran lendir yang mengalir dari dalam rumah bapakmu itu
sebuah nama yang telah mati diselamatkan kemunafikan reformasi
dan masih banyak lagi nama yang hidup di balik lindungan undang-undang
dan uang dan kemegahan yang di hadapanmu menjadi emas gemerincing

berjalan menilas jejak di kota, lewati sebuah rumah megah
tempat bernyawanya keturunan algojo rumah pejagalan negeri
ada lumuran darah yang mengalir di tembok saksi kehidupan
berjuta nama yang telah mati di ujung senjata pasukan istimewamu
atas putusan kekuasaan dan kerakusan yang menyeramkan kami
dan atas kematian bapak kami maka terkutuklah bumi negeri bagimu

dan bagi semua manusia penjelmaan diri bapakmu yang suatu hari nanti
neracaNya akan menimbang kadar emasmu yang wujudnya berkilauan
menjadi sebuah keputusan yang menyeramkan dan tak dapat kau tebus
dengan dering gemerincing kekuasaan yang membunuh bapak kami