secarik kertas tanda jadi
kwitansi perkawinan
kusimpan di bawah ranjang
tempat bersepakat bersebadan
derai tawa desah basah
menumpuk di rahim atas nama cinta
aku diam dan mual tercekik kata bijak
senjata lelaki awal dia ada
aku bodoh karena aku perempuan
meringis tangis ditipu sebuah kalimat
sakral oleh ayat dan pedoman
kini rahimku terbelah-belah
240310
Tidak ada komentar:
Posting Komentar