Senin, 22 November 2010

Di Papan Usang

tak ada bunga kamboja yang gugur
cuma segunduk tanah sedang mengering
malam hujan tak singgah lama di sini
papan usang bertulis namamu masih basah

matahari belum kerja di hari yang bakal kering
kembang ilalang panjang bergoyang-goyang
bertemu angin mayang yang mengurai bayang-bayang
seperti angin di hari kuburmu bermusim-musim lalu

terhina pada cinta manusia yang telah hilang
seperti dedaunan kering terinjak jejak demi jejak
jejak manusia liar primitif berkelambu hijau
tangan-tangan kotor, api membakar ragamu

mataku panas, darah getah kering di pipiku jatuh
kedalam kuburmu kupendam segala dendam
pada tentara-tentara pengawal negara
yang menebang pohon keluarga anak negeri

aku hidup, bapak - seperti ilalang padang
bermandi matahari, menghirup udara di sekitarmu
menangkap ketakutan dan nyeri berperisai api
mendengar bisik dedaunan nyanyi rindu ibu negeriku

aku pamit, bapak - hari sudah tinggi


090510

Tidak ada komentar:

Posting Komentar