Jumat, 19 November 2010

Di Sisi Jalan Sawojajar

berdiri di sisi jalan sawojajar tanpa trotoar lagi
pohon kenari telah tua dan tinggal sedikit lagi
masih ada wangi jeruk limau dari dalam rumahmu
seperti dulu ketika makan siang memanggil-manggil

rumah sewaan jaman belanda yang cuma paviliun itu
kini telah megah jadi penginapan tempat istirah
bersatu dengan rumah besar tempat bekas panglima
di masa penumpasan kartosuwiryo jaman soekarno

berdiri di sisi jalan sawojajar yang tidak sejuk lagi
asap kendaraan berkumpul jadi polusi yang pekat
dan curah hujan tak pernah mampu membuyar asap
membuat mataku melihat dirimu yang tak pernah lenyap

kerikil-kerikil kecil di halaman rumah telah berganti aspal
menjadi tempat parkir mobil pengunjung kota hujan
disambut wangi roti yang baru saja keluar dari pembakaran
di toko roti jaman dulu yang tetap masih berdiri hingga kini

aroma jeruk limau lotek ibu, aroma roti tanpa pengawet
aroma dirimu bapak guru kekasihku dulu tetap lekat
ketika menggenggam jemariku di mesin tik buatan jepang
aku tetap menyimpannya di dalam detak jantungku

10juli2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar