mengelupas warna biru di dinding beranda rumah seorang perempuan
yang tubuhnya tiada ada berpagar tegar dan kehampaan bagai kelanggengan
di kursi bambu yang telah berpecah di ujung lelah ia duduk merajang hari
tak lagi ada rasa sakit memandang bilahbilah pelepah bambu yang melekat
ketika ia mengenal dengan kental siapa lelaki berkulit matang matahari
yang pernah menyamak kulit bulan saat purnama belum lagi sempurna
gemerisik daun yangliu nyanyikan hari merdeka
yang tubuhnya tiada ada berpagar tegar dan kehampaan bagai kelanggengan
di kursi bambu yang telah berpecah di ujung lelah ia duduk merajang hari
tak lagi ada rasa sakit memandang bilahbilah pelepah bambu yang melekat
ketika ia mengenal dengan kental siapa lelaki berkulit matang matahari
yang pernah menyamak kulit bulan saat purnama belum lagi sempurna
gemerisik daun yangliu nyanyikan hari merdeka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar