Senin, 22 November 2010

Pohon Bulan Kuning:

: semanggi' 98

Ada siang yang terang di jalan panjang
menguncup di ujung pelataran bulan kuning
seperti matahari melipat semua jemarinya
tanah resah telah tinggalkan jejak darah

Kasih berada dalam torehan hati di kata
seperti air di tanah menguap di udara
dan kaki menginjak pasir panas yang garang
memanggang pahit empedu asap kalbu

Bau amis darah masih melekat erat
pada getir silam bekas kaki melangkah
berjalan lewat pohon-pohon tak bernama
tempat bulan kuning telah menunggunya

110510

Tidak ada komentar:

Posting Komentar