Kamis, 18 November 2010

Sehelai Kertas

: kerabat yang hilang

menuntut ilmu sampai ke negeri cina, matamu tak lepas dari katakata
melantun nyanyi sampai ke sungai huang ho seturut liuk aksara
engkau bermimpi datang di tanah daratan bertemu kampung leluhur
berbaur pada ilmu dan budaya melarut di darah menyatu pada nyawa

namun tak ada daya bapakmu melipat sehelai kertas tak bernilai
dari kota di kaki gunung pangrango keluarga pergi mengungsi
lautan api amuk pemuda negeri yang kepalanya tak berarti
maka hilanglah segala mimpi yang hampir mewujud saat kau sujud

engkau lelaki pertama di keluarga merasa tak lagi bernegara
hina betul darah kelana yang mendarat di tepi lautan kehidupan
sesal datang karena lahir bukan kemauan dan datang penderitaan
maka telunjukmu bagai tak berjangat ketika merebahkan pilihan

di atas kertas telah datang keputusan tanpa keinginan
karena mimpi masih berkejaran dengan keadaan rawan
kebingungan pada angan pun telah dirampas pergolakkan
maka jasadmu diam terbaring di kamar seorang biarawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar