waktu fajar menguap dan jejarinya meraba langit
rona merah bangunkan mata yang tertutup mimpi
masih menyala api di lampu tempel dinding kusam
merekam bayang yang hampir menghilang
tinggalkan kamar duka lara dan merunduk bisu
matanya nyala di goresan fajar
aduhai Tuhan, sepinya mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar