hujan ini disambar angin
berbunyi di atas atap tubuh
aku jadi ingat suara di usia mudamu
tentang ajaran alam pada zaman
kau kutip dari kalam kemilau
membuatku silau dan galau
aku pun cepat mendekap padamu
mau kusirna rintih angin menyisa
telunjukmu kulihat bercabang tiga
pandangmu nanar tak berbinar lagi
ternyata kau hanya mahir sihir lidah
berkhianat pula dengan sisa jari tangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar