Kamis, 18 November 2010

Aku Di Sini, Mak.....

Mak, berpuluh tahun lalu ketika negeri ini menepikanmu
entah seberapa airmata menguap lewati tabung kepedihan
bapak sakit setelah siksa dunia melalui tangan tentara tak berjiwa
lalu kita mengais harapan meski di tanah getir tempat berpijak

Mak, akhirnya kau pergi menjangkau dunia yang tak selebar daun
katamu, akan kau bawa bapak untuk mencari pepulih jiwa dan badan
namun dia tak bertahan karena tanda luka tak jua sirna, tak berdaya
engkau tak kembali memijak tanah negeri karena ngeri dan nyeri

Mak, aku di sini..tetap di sini melihat jaman berlalu dan hidup sendiri
menyisihkan pundipundi hati dari ketakutan dan perbuatan mereka
menyirami pohon kehidupan meski daunnya sering gugur dan ranggas
aku hidup, Mak...tak takut lagi....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar