adakah engkau masih mengenal sebuah musim yang sedang bertamu di rumahmu
engkau telah membuat dinding meski batas kelahiran dan kematian ada di jemari kita
kemarin kemarau sedang ramah namun meremah hati pengelana di jalan berangin
kita masih memetik buah yang semakin jarang terlahir dari pohon yang patah ranting
adakah engkau dan kita menjadi perempuan yang terjerat pengerat rakyat melarat
telah singgah segala hujat dan selimpah berkat dan semestinya kita semua menjadi kuat
jangan tinggalkan kami dengan sejarah yang tertulis di bulan merah dan pedang pelangi
sebab sebenarnya mereka telah menjarah dan memendamnya di tanah asam sisa negeri
engkau telah membuat dinding meski batas kelahiran dan kematian ada di jemari kita
kemarin kemarau sedang ramah namun meremah hati pengelana di jalan berangin
kita masih memetik buah yang semakin jarang terlahir dari pohon yang patah ranting
adakah engkau dan kita menjadi perempuan yang terjerat pengerat rakyat melarat
telah singgah segala hujat dan selimpah berkat dan semestinya kita semua menjadi kuat
jangan tinggalkan kami dengan sejarah yang tertulis di bulan merah dan pedang pelangi
sebab sebenarnya mereka telah menjarah dan memendamnya di tanah asam sisa negeri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar