di pelataran santo petrus aku berjalan lalu berdiam
kedua mata kecil dan sipit ini mampu melihat dalam
seakan abadi tak tertelan dalam abad -abad silam
membayang cerita pada sejarah dan peninggalan kelam
hidup tak sekedar berjalan dan terdampar gusar
penderitaan, kasih, kebencian, pengadilan
penindasan, pengkhianatan, penebusan
di langit kapel sistine gambaran michel angelo
sebuah tangan yang mampu menuntun
lampaui mataku sebesar kuaci dan jatuh
di dasar jiwa manusia manusia merumit pikir
sebesar inikah melanglang jalan pulang
sebuah rumah megah tempat berdiamnya
kumasuki dan kuhampiri lalu tersungkur di hati
sungguh , aku tak mengerti
sebab banyak tanya di sini
(dan masih tertinggal tanda itu, sejak perjalananku di roma, vatican
31 tahun yang lalu)
150210
Tidak ada komentar:
Posting Komentar