Jumat, 19 November 2010

Kita Pernah Bertemu

kita pernah bertemu di sudut temaramnya bintang senja sehabis gerimis panjang
jemariku resah mengerucut di bibir basah mencoba redam kata berjenjang
setelah dua dasa putaran waktu yang tidak mampu menembus dua padang ilalang
angin kemarau pun teramat liat tak hendak singgah ke pantai berbatu karang

kita sering bertemu ketika padang rumput masih hijau di bawah bukit yang telah jadi sirkuit
kita sering bertemu ketika hari membakar ikan layur di pantai karang hawu beratapkan langit
kau adalah seseorang yang dikirim angin kembara menembus badai yang teramat sulit
lalu tangan kita menggantang doa demi doa tanpa menyadari ruang raga semakin sempit

kita pernah bertemu
kita pernah bertemu
mungkin dulu di pintu rahim ibu
atau di senja berpayung biru

senja lembayung membuka payung segala kerinduan yang menyirnakan segala rasa sakit

5juli2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar