kenalkah engkau padaku di suatu hari nanti
ketika aku tak dapat lagi berjalan di halaman
dan hujan tak pernah datang di satu musim lagi
dan dedaunan telah dilapisi debu demi debu
dulu kubersihkan debu dengan teratur
menyiram di musim curah matahari
menyapa embun yang bersolek di atasnya
menyapa mata bulan senja rupawan
debu-debu itu telah menghalangi cahaya
seperti partikel-partikel hati yang kelabu
bertengger di atas dedaunan terkulai
membuatku lunglai tak dapat menyapamu
maukah engkau membersihkan debu-debu dedaunan
agar engkau tetap mengenal dan menyapaku suatu hari
agar engkau melihatku mengangkat tangan padamu
memintamu singgah dan duduk di bawah pepohonan
28juni2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar