di tengah danau di tengah bulat mata
sepucuk surat larut dalam airnya
puisiku gamang tenggelam di dalam
air mata mengambang dijerang erang
engkau menoreh puisi di tubuhku
kutulis kembali pada secarik kain
yang selalu menutupi tubuhku
setiap kali kita usai memagut cinta
lalu puisi semakin berkalbu ragu
tak cukup lagi ruang di batin kita
bait demi baitnya berceceran di kertas buram
ke danau ini kubawa dalam limbung jiwa
291210
Tidak ada komentar:
Posting Komentar