Senin, 22 November 2010

Puisi Yang Menutupi Tubuhku

di tengah danau di tengah bulat mata
sepucuk surat larut dalam airnya
puisiku gamang tenggelam di dalam
air mata mengambang dijerang erang

engkau menoreh puisi di tubuhku
kutulis kembali pada secarik kain
yang selalu menutupi tubuhku
setiap kali kita usai memagut cinta

lalu puisi semakin berkalbu ragu
tak cukup lagi ruang di batin kita
bait demi baitnya berceceran di kertas buram
ke danau ini kubawa dalam limbung jiwa


291210

Tidak ada komentar:

Posting Komentar