kemerdekaan diambil
berjeruji di setiap ruang
ia tetap merdeka
dari hidup dan jiwa miliknya
tak mengambil apa pun
dari merdekanya
dawai gitarnya berjari
bergita suara dalam kidung
menghantar ruh kepada semua
yang merdekanya redam
dan dirampas keji
orang-orang buas
penguasa serimba
memotong jemari tangannya
menghancurkan dawai gitarnya
karena kidung jiwa
menghempas nyawa dalam neraka
dia bergita dengan roh empunya
buasnya binatang penjara
tak mampu taklukan jiwanya
mereka mengambil lidahnya
agar tak dengar apapun
dari mulut bidadari jelatanya
lalu hening di badan penjara
maut tak berkata sepatah
ia menari di tempat yang sama
musik kalbunya tanpa bunyi
tak seorang pun dapat mendengar
dirinya adalah musik yang berbunyi
dia bergoyang ikut irama langit
semua orang saling bertautan
menari bersamanya tarian jiwa
walau tubuh penuh darah
hancur perlahan sampai ke bawah
sang maestro kehilangan kakinya
ia tetap menari membawa kaki kirinya
sampai pada puncak tenarnya
bebas dari manusia rimba
yang telah mencabik-cabiknya
ia mencapai puncak keindahan
tidak butuh dua kaki untuk menari
*terinspirasi dari seorang penari klasik india "sudha chadran"
yang kehilangan kaki, jemari tangan dan lidahnya di kamp
konsentrasi*
271009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar