Jumat, 19 November 2010

Serabut

serabut matahari pagi yang tipis mulai menjalari jasadi
menyeruak dari balik bilik langit seusai malam memingit raga
temali pengikat mayang dibawa terbang burung pencabut nyawa
kafan membelit tiang jiwa melilit rimpang sukma di padang jasirah

jelungkap segalanya dari jemuas jumawa dan hanyut di laut
melebur mendecur dan denyar cahaya membasuh tubuh sekujur
lirih pedih batin disayat hakekat pada lapis demi lapis ari badani
jadilah baharu dari cemar memar menuju bait kediaman abadi


12juni2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar