Kamis, 18 November 2010

Setelah Mesedih

adalah perempuan yang berdansa setelah banyak kesempatan
bagi perih yang bodoh dan catatan nasib yang dianggap takdir
kemiskinan adalah sebuah hidup dalam rombongan kesombongan
kepenuhan bukan lagi istiadat yang mesti padat ketiada taraan
adalah kesalahan memberi ruang dansa ajaran Nietzsche
bukan, perempuan bukan sebuah peliuk tubuh lalu rubuh
lelaki cuma berpeluh lalu mengeluh dan duduk di atasmu
memegang kemaluannya dan merasa utuh

terlalu mudah untuk mesedih sewaktu sayatan merobek pedih
lelaki pincang mengguncang kesombongan sendiri di berahinya
mengapa berkedok kerudung sebagai pelindung hari rundung
membungkus adat, menata wajah, membiarkan terjajah
membiarkan bau tubuh menjalar kepada perempuan lain
seolah istimewa adalah liar yang dibuka lebar menghisap wangi
membiarkan setetes demi setetes liur mengalir ke perempuan parit

telanjanglah dan berdansalah sebelum lelaki lupa berbusana
setiap kita sedih dan kami tak mau mesedih lagi
mereka akan berdansa seperti yang telah diajarkan
begitu yang ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar