bermain gendong kuda,yasmin
ketika rambut kita ekor kuda
di halaman belakang rumah nenek
saat pohon jambu berbunga penuh
masih berbalut piama di hari minggu
sambil memendam segenggam rindu
pada rumah kita di belakang roxy itu
hari minggu adalah hari kita
bebas dari meremas-remas hati
masuk ke dalam gua buatan sendiri
dii bawah kursi malas dari rotan
tempat kakek setiap pagi pukul tujuh
membaca koran sambil minum kopi
harihari kita adalah hari meraut wajah
menipiskan daun telinga merapatkan bibir
hari getir ketika mendengar caci maki
bagai suara petir di siang meregang hari
lalu kita berdekap bagai terperangkap
dan bertahun setelah itu kita berpisah
bagai anak-anak yang kalah dan lelah
kita kehilangan ayah dan ibu rahim jiwa
aku kehilangan yasmin di seberang benua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar