di sini setelah banyak tentara datang serombongan
setiap lorong yang pernah sepi telah bercabang dua
warung warung rendah atap berdiri berhimpitan
tak tentu tegaknya sebab bukan buatan arsitek
dengan kamarkamar berjendela satu yang akan terbuka
bila ranjang di dalamnya belum tertutup dua badan
di sini sebelum banyak tentara datang serombongan
lorong lorong yang cukup besar adalah perantara kaki
menuju pasar tempat orang berbelanja setiap hari
tempat anakanak bermain dengan aman dan nyaman
tempat manusia berpapasan dan saling bersenyuman
di usia remaja tetap kulewati lorong yang semakin becek
bising dengan lengkingan lagu dangdut dan cekikik perempuan
bau minyak wangi murahan bercampur sayur busuk menusuk
semua hidung belang yang katanya main perang-perangan
pangkat rendahan, supir angkot, kuli angkut pasar,penjudi
copet kesasar yang lari dari kejaran mantri pasar badan besar
aku bergegas menuju tempat ini setelah bertahun kupergi
berita di televisi mengatakan sebuah lokalisasi kumuh
dilalap si jago merah dan penghuninya berhamburan
saat aku tiba di tempat kupernah ada dan kebingungan
seorang perempuan yang hanya berkutang pada dadanya
terisak-isak sambil menyumpah serapah tak rela berserah
katanya pemerintah kota sengaja membakar
melalui orang orang yang katanya bermarifat
sebab maksiat tak pernah datangi manfaat
itu alasan sebuah sejarah mestilah tamat
aku mencari ibuku di tempat ini
aku mencari tentara yang membawa ibuku
ke tempat ini
271010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar