Senin, 22 November 2010

Emper Ini, Toko Kita, Nak

kita hangatkan badan, nak
hujan tak jua berhenti
terasa panas sekujur tubuhmu

di samping toko ini
ada sedikit tempat berlantai, nak
kualaskan sepotong karton
yang kuambil di pasar tadi

menggigil badanmu, nak
biar kupeluk dirimu
yang tidak lagi seberat dulu
ketika makanmu tak henti

kuingin menghangatkanmu, nak
dengan baju hangat yang kau punya dulu
dengan selimut tebal kesayanganmu
dengan boneka panda teman tidurmu

kuingin baringkan tubuhmu, nak
di atas tempat tidurmu dulu
bukan di lantai beralas karton ini
meski lantai ini dulu
tempat kau bermain dakon
bersama teman-temanmu

nak, mengapa tubuhmu semakin dingin
saat aku menghangatimu
nak, bangunlah sebentar
kucarikan makan untukmu
mengapa tak kau buka matamu

biar kubawa dirimu masuk
ke dalam toko
mungkin kau ingat
di pojok kanan tembok ini
kau suka berbaring
di atas kasur tipis
menanti toko usai

nak, bangunlah nak
bukalah matamu
ini toko kita dulu
kau bisa masuk kedalamnya
kita bisa seperti dulu lagi
sebelum huru-hara
melanda ibu kota
bangunlah nak,
kuhangatkan tubuhmu
di dalam toko kita dulu

280909

Tidak ada komentar:

Posting Komentar