memberontak pada keadaan rawan
dengan mulut membungkam meredam
membuang lendir-lendir sebuah takdir
menjilat keringat yang telah masak
tanganmu adalah gerak beriak
di atas puisi peninggalan hidup
tak pernah redup meski tergeletak
engkau api yang membakar besi
27mei2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar